Jurnal
Kesehatan
Masyarakat,
September
2012-Maret
2013, Vol. 7, No. 1
KESEHATAN MODERN DENGAN NUANSA BUDAYA
ABSTRAK
Dalam skala global, selama seperempat abad ke belakang, mulai tumbuh perhatian serius dari masyarakat ilmiah terhadap penyakit-penyakit yang terkait
dengan masalah lingkungan, seperti kanker yang
disebabkan racun tertentu (toxin related cancers), kelainan reproduksi atau gangguan pemapasan dan paru-paru akibat polusi udara. Secarainstitusional InternationalHuman Dimensions Programme on Global Environmental
Change (IHDP) membangun kerjasama riset dengan Earth System Science Partnership dalam menyongsong tantangan permasalahan kesehatan dan dampak dari perubahan sosial dan budaya. Perubahan sosial dan budaya terjadi seiring dengan tekanan besar yang dilakukan manusia terhadap sistem alam sekitar, menghadirkan berbagai macam risiko kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Tujuan penerapan pelayanan kesehatan modem dan profesional adalah dengan memperhatikan nilai-nilai budaya setempat dan mengadopsi nilai-nilai budaya tersebut dalam upaya beradaptasi dengan budaya masyarakat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan modern.
Kata kunci : Kesehatan, Budaya
ABSTRACT
On a global scale, over a quarter century back, began to grow serious attention from the scientific
community against diseases associated with environmental problems, such as cancers caused by certain toxins (toxin related cancers), reproductive disorders or respiratory disorders and lung cancer from air pollution. Institutionally International Human Dimensions Programme on Global Environmental Change (IHDP) establish a research collaboration with the Earth System Science Partnership in facing the challenges of health problems and the impact of social and cultural change. Social and cultural changes
occurred with the enormous pressure that
humans do to the system ofnature around, presenting a wide range ofhealth risks and prosperity for all
mankind.
. Key words : Health, Culture
Pendahuluan
Berbagai perubahan sosial, ekonomi, budaya, teknologi dan politik mengharuskan jalinan hubungan di antara masyarakat manusia di seluruh dunia. Fenomena ini dirangkum dalam terminologi globalisasi, ditengah riuh rendah globalisasi inilah muncul wacana dampak perubahan sosial dan budaya.
Dampak dari perubahan sosial dan budaya sendiri diartikan sebagai pernbahan dalam skala besar pada sistem bio-fisik dan ekologi yang disebabkan aktifitas manusia. Perubahan ini terkait erat dengan
sistem
penunjang kehidupan planet bumi (life-support systemv. Ini terjadi melalui proses historis panjang
dan merupakan agregasi pengaruh kehidupan manusia terhadap lingkungan, yang tergambar misalnya pada angka populasi yang terns meningkat, aktifitas ekonomi dan pilihan• pilihan teknologi dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Saat ini pengaruh dan beban terhadap
lingkungan hidup sedemikian besar, sehingga rnulai terasa gangguan-gangguan terhadap sistem bumi kita.
Perubahan sosial dan
budaya
yang terjadi
seiring dengan tekanan besar yang dilakukan manusia terhadap sistem alam s e k itar, menghadirkan berbagai macam risiko kesehatan dan
kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Sebagai
contoh, kita terns mempertinggi konsentrasi gas-gas tertentu yang menyebabkan meningkatkan efek
alami rumah kaca (greenhouse) yang mencegah bumi dari pendinginan alami (freezing).
Selama abad 20 ini, suhu rata-rata permukaan bumi meningkat sekitar 0,6oC dan sekitar dua-per-tiga pemanasan ini terjadi sejak tahun 1975. 2
Dampak perubahan sosial buclaya penting lainnya adalah menipisnya lapisan ozon, hilangnya keaneragaman hayati ( bio-diversity ), degradasi kualitas lahan, penangkapan ikan melampaui batas ( over-fishings, terputusnya siklus unsur-unsur penting (misalnya nitrogen, sulfur, fosfor), berkurangnya suplai air bersih, urbanisasi dan penyebaran global berbagai polutan organik. Dari ka c arn a t a kesehatan, hal-hal di a t a s mengindikasikan bahwa kesehatan umat manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di luar batas kemampuan daya dukung ruang lingkungan dimana mereka hidup. 2
Dampak perubahan sosial buclaya penting lainnya adalah menipisnya lapisan ozon, hilangnya keaneragaman hayati ( bio-diversity ), degradasi kualitas lahan, penangkapan ikan melampaui batas ( over-fishings, terputusnya siklus unsur-unsur penting (misalnya nitrogen, sulfur, fosfor), berkurangnya suplai air bersih, urbanisasi dan penyebaran global berbagai polutan organik. Dari ka c arn a t a kesehatan, hal-hal di a t a s mengindikasikan bahwa kesehatan umat manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di luar batas kemampuan daya dukung ruang lingkungan dimana mereka hidup. 2
Dalam skala global, selama seperempat abad ke belakang, mulai tumbuh perhatian serius dari masyarakat ilmiah terhadap penyakit-penyakit yang terkait dengan masalah lingkungan, seperti kanker yang disebabkan racun tertentu (toxin related cancers), kelainan reproduksi atau gangguan pernapasan dan paru-paru akibat polusi udara. Secara institusional International Human Dimensions Programme on Global Environmental Change (IHDP) membangun kerjasama riset dengan Earth System Science Partnership dalam menyongsong tantangan permasalahan kesehatan dan dampak dari perubahan sosial dan budaya. 2
Pengaruh perubahan iklim
global terhadap kesehatan umat manusia bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan kerja
keras
dan pendekatan inter• disiplin diantaranya dari studi evolusi, bio-geografi, ekologi dan ilmu sosial.
Di sisi lain kemajuan teknik penginderaan jauh (remote sensing) dan aplikasi• ap.likasi sistem
informasi geografis akan memberikan sumbangan berarti dalam melakukan monitoring lingkungan secara multi-temporal dan multi-spatial resolution. Dua faktor ini sangat relevan dengan tantangan studi dampak perubahan sosial
dan budaya terhadap
kesehatan lingkungan yang memerlukan analisa historis keterkaitan
dampakperubahan sosial dan budaya dan kesehatan
serta analisa pengaruh perubahan sosial dan budaya di tingkat lokal, regional hingga global. 2
Tujuan
penerapan pelayanan kesehatan modern dan profesional adalah dengan memperhatikan nilai-nilai budaya setempat dan mengadopsi
nilai-nilai budaya tersebut dalam upaya beradaptasi dengan
budaya masyarakat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan modem. 3
Pembahasan
Budaya
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh, bersifat kompleks, abstrak dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial
manusia. 4
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki
bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan• perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. 4
Beberapa alasan mengapa orang mengalami
kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain, yang terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit
nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri. Citra "pekerja keras" di Sumatera Barat, "Kepatuhan" di
Jawa dan sebagainya. Hal ini membekali anggota masyarakatnya untuk memperoleh martabat yang bertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan
aktivitas seseorang dan
memungkinkannyameramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat
hubungannya
dengan masyarakat. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik. 5
Menurut Andreas
Eppink, kebudayaan
mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma
sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain,
tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan
artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. 5
Menumt Edward Burnett Taylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. 5
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai rnakhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola•
pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat,
Se hat
Sehat adalah dinamis, statusnya
berubah• ubah yang mempengaruhi seseorang dalam tingkat
fungsi fisiologis,
psikologis dan dimensi kultur sosial. Pandangan tentang kesehatan biasanya berisi salah satu
atau lebih dari prespektif biologis dan klinis; psikologis, sosiologis dan adaptif
Pasien dan penyedia pelayanan kesehatan dapat saja mempunyai respektif yang berbeda
tentang
sehat sehingga dapat saja
terjadi kegiatan yang berbeda
untuk mencapai tujuan
yang berbeda yang disertai
konflik atau tidak. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pengetahuan, usia, pendidikan, pengalaman serta
budaya pada orang tersebut
sehingga
menimbulkan cara yang berbeda, dalam penatalaksanaan kesehatan tiap orang tersebut juga berbeda.
Ethnomedicine
Ethnomedicine mempunyai kaitan dengan sistem berbudaya dari menyembuh kan dan parameter teori dari penyakit, Variasi dari konstruksi penuh arti ke seberang kultur dapat dilihat untuk menghadapi tantangan reductionist epidemiologi dari biomedicine (Kleinman, 1980). 6
Ethnomedicine merupakan cabang dari
ethnobotani · atau antropologi kesehatan yang mempelajari pengobatan tradisional, tidak hanya yang berhubungan dengan sumber-sumber tertulis (contohnya pengobatan tradisional cina, Ayurveda) tetapi terutama pengetahuan dan praktek yang
. secara oral diturunkan selama beberapa abad, s Dalam ilmu pengetahuan, etnomedicine pada umumnya ditandai dengan pendekatan antropologi yang kuat atau pendekatan biomedikal yang kuat, terutama dalam program
penemuan obat.
Kepercayaan dan praktek-praktek yang
berkenaan dengan penyakit, yang merupakan basil dari · perkembangan kebudayaan asli dan yang
eksplisit tidak berasal dari kerangka kedokteran modem, merupakan urutan langsung dari kerangka konseptual ahli-ahli antropologi mengenai sistem medis
non-barat Rivers, (Medicine, Magic, and Religion). Sistem pengobatan asli
adalah pranata• pranata sosial yang harus dipelajari dengan cara
yang sama seperti mempelajari pranata-pranata sosial umumnya, dan bahwa praktek-praktek pengobatan asli adalah rasional bila dilihat dari sudut kepercayaan yang
berlaku mengenai sebab• akibat. 6
Setelah antropologi kesehatan berkembang,
terutama dalam bidang-bidang yang luas, konsep
kesehatan intemasional dan psikiatri lintas budaya (psikiatri transkultural), kepentingan pengetahuan praktis maupun teoritis mengenai sistem pengobatan non-Barat semakin tampak.
Kultur dan kesehatan
7
|
Menurut Fabrega Antropologi Kesehatan adalah
studi yang menjelaskan:
1.
Berbagai faktor,
mekanisme dan proses yang m e m a in k an peranan didalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu• individu dan kelompok-kelompok terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan penyakit. ·
2. Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap po la-po la tingkahlaku. 7
Dari definisi-definisi yang dibuat oleh
ahli-ahli antropologi mengenai Antropologi Kesehatan seperti tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Antropologi Kesehatan mencakup:
1.
Mendefinisi secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam masalah tentang hubungan tirnbal-balik biobudaya, antara tingkah laku manusia dimasa lalu dan masa kini dengan derajat kesehatan dan penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari
pengetahuan tersebut; contohnya penyebab penyakit lepra atau kusta karena adanya perbuatan dosa sehingga yang maha kuasa mengutuknya dengan penyakit ini ·
2. Partisipasi profesional mereka dalam program• program yang bertujuan mernperbaiki derajat kesehatan melalui pemahaman yang lebih besar tentang hubungan antara gejala bio-sosial• budaya dengan kesehatan, serta melalui perubahan tingkah laku sehat kearah yang
diyakini akan meningkatkan kesehatan yang lebihbaik.
Contoh, tubuh akan mengalami gangguan
secara sistematis akibat perubahan fungsi tubuh
yang disebabkan
ole berbagai hal seperti kuman
penyakit, radiasi dan lain sebagainya. Keadaan ini
ini dibuktikan dengan sains atau keilmuan.
Antropologi Medis
Mcelroy ahli ilmu antropologi
medis (1996)
telah mengenali tiga perspektif
di dalam ilmu antropologi
medis:
1. Ethnomedicine mempunyai kaitan dengan sistem berbudaya dari menyernbuhkan dan
parameter teori dari penyakit, Variasi dari konstruksi penuh arti ke seberang
kultur
. dapat dilihat untuk menghadapi tantangan reductionist epidemiologi
dari biomedicine. 6
2. Perspektif ekologi medis adalah terkait dengan tegas dengan interaksi
dari kondisi• kondisi biologi dan konteks budaya.
Dengan mempertimbangkan
hubungan
timbal balik dari sistem ekologis, evolusi manusia, kesehatan dan penyakit, di mana
.kesehatan mungkin dilihat sebagai ukuran dari adaptasi lingkungan, medis, ilmu gizi hubungannya dengan antropologi dan aturan budaya.
3. Ilmu antropologi medis yang
diterapkan mencari secara langsung mempengaruhi kesehatan masyarakat dengan kepercayaan budaya mereka. Ilmu antropologi
medis adalah suatu biocultural disiplin, dengan
penekanan yang lebih besar pada
pemahaman pada
proses
dibanding pada obyektif berusaha
untuk mengukur Dengan penggunaan nya dari metoda yang kwalitatif, ilmu antropologi medis mencari untuk menyediakan suatu 'perspektif orang dalam' (Skultans & Pengemudi Perahu Kecil, 2000),
untuk
memahami hubungan antara kesehatan dan penyakit melalui/sampai lensa
yang
budaya
danjuga melihat di luar sifat yang
etnosentris dari biomedicine yang barat modem.
Penatalaksanaan Kesehatan
Hubungan
antara kebudayaan dan kesehatan adalah sangat kompleks ha! ini dipengaruhi oleh
beberapa ha! antara lain;
1.
Penyebab masalah Kesehatan Menurut pandangan kesehatan modem
sakit adalah suatu kelainan
fisiologis atau gangguan fungsi tubuh atau
organ tubuh
yang disebabkan oleh beberapa hal
seperti bakteri, virus, jamur dan sebagainya
atau pertumbuhan sel tubuh yang tidak normal yang disebut dengan pathologis.
Sedangkan menurut cara pandang budaya bahwa kejadian suatu penyakit berkaitan dengan perubahan hubungan dengan masyarakat, dengan al am dan dengan lingkungan sehingga
menimbulkan dampak terhadap tubuh manusia. Masyarakat dapat berpandangan bahwa kesehatan secara kultur atau budaya dapat disetarakan dengan kesehatan modern jika terdapat hubungan atau
terdapat kesamaan contohnya: Seorang yangterkena diare dan muntah dikatakan bahwa orang tersebut
dibikini
atau didukuni seseorang dan memalui makanan .
Jika dilihat dari kedua sudut pandang ini
terdapat kesamaan penyebab masalah tersebut adalah karena makanan yang mengandung sesuatu sehingga menimbulkan suatu kelainan dalam tubuh manusia.
Hal ini jika
kita
analisa lebih dalam dapat
dimanfaatkan oleh pelayanan kesehatan modern dengan memadukan cara pandang
kultur dengan kesehatan modem sehingga dapat diterima dalam
masyarakat
bahwa penyakit tersebut memang diakibatkan oleh termakan sesuatu (kuman penyakit) sehingga menimbulkan reaksi tubuh yaitu muntah dan diare sehingga pemecahan masalah dapat dilakasanakan dengan cara yang lebih ilmiah
dan profesional dan kemudian secara perlahan dapat diberikan pengertian kepada rnasyarakat bahwa yang tennakan atau yang masuk kedalam tubuh manusia tersebu adalah kuman peyakit yang dapat
menyerang siapa saja
jika makanannya terkontaminasi kuman penyakit penyebab diare.
2. Pengalaman yang berkaitan dengan masalah
tersebut
Masalah kesehatan merupakan masalah yang
selalu berhadapan dalam kehidupan masyarakat, setiap saat manusia selalu bertemu denganmasalah kesehatan baik ringan maupun berat. Pengalaman masalah kesehatan yang ditemui oleh masyarakat sangat memepngaruhi cara pandang masyarakat terhadap masalah tersebut. Contoh; seseorang menderita suatu penyakit dan dalam memecahkan
masalah tersebut kebetulan menemui seseorang yang dapat membebaskannya dari masalah tersebut sehingga
menimbulkan kepercayaan terhadap hal tersebut.
Contoh;
seorang menderita sakit
kepala berat ketika melaksanakan kegiatan dalamjangka waktu lama, sebelum orang terse but sakit kepala terdengar
bunyi denging pada telinga
orang tersebut.
Kemudian orang
tersebut
rnendapat masukan
untuk berobat kepada orang pintar dan orang pintar
tersebut berkata bahwa ada sesuatu yang dikirim sesorang kepadanya
apalagi ada suara dengingditelinga tersebut menandakan bahwa orang tersebut telah diperbincangkan oleh orang lain. Kemudian orang tersebut melakukan pijatan
pada area tengkuk, pelipis dan kening serta pada area
pergelangan tangan dan
mengatakan bahwa angin sudah keluar dan mudah - mudahan segera sembuh dengan sedikit istirahat. Setelah orang tersebut istirahat sebentar, orang tersebut kembali sehat dan
menumbuhkan kepercayaan bahwa masalah yang
dihadapinya adalah sesuai dengan yang dikatakan oleh orang pin tar tersebut
dan mungkin j ika orang tersebut mendapat masalah yang sama dia akan kembali mencari orang pintar tersebut.
Jika dilihat dari sudut pandang kesehatan rnasalah ini dapat saja terjadi pada seseorang yang melakukan kegiatan yang cukup lama apalagi monoton dapat menyebabkan ketegangan pada sistem
syaraf dan peredaran darah. Gangguan peredaran darah keotak akan menyebabkan sakit kepala dan jika peredaran darah ketelinga akan menimbulkan gejala seperti berdenging. Masalah ini
dapat diatasi dengan
melakukan
masage
pada aliran darah tertentu dimana aliran darah dan sistem syaraf
manusia yang terbanyak adalah pada area tengkuk,
pelipis dan sebagainya. Dengan keadaan aliran darah yang maksimal dan istirahat akan memulihkan kerj a otak
dan
sistem syaraf sehingga menghilangkan gejala sakit kepala.
3. Ungkapan yang
berkaitan dengan masalah
terse but
Cara pandang masyarakat dan ungkapan masyarakat terhadap suatu masalah kesehatan yang terj adi dalam rnasyarakat
dapat mernpengaruhi
cara pandang seseorang terhadap penyaki t tersebut;
Contoh: Seorang yang rnenderita penyakit lepra atau kusta dipandangoleh masyarakat sebagai suatu penyakit kutukan sehingga orang tersebut harus diasingkan agar
kutukan tersebut tak mengalir
kepada masyarakat lainnya. Hal ini
juga berpengaruh terhadap
cara
pandang individu atau pada pasien tersebut sehingga pasien tersebut mengikuti cara
pandang masyarakat tanpa berusaha
mencari penyelesaian masalah kesehatan yang dihadapinya atau
tanpa
mencari pengobatan
terhadap penyakit yang dihadapinya. Pasien tersebut akan rela untuk
diasingkan dan menerima bahwa
dirinya telah
menerima kutukan dan diharuskan
menebus dosa
yang
telah diperbuatnya dengan hidup dalam pengasingan.
4. Perawatan yang
dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut
Sistem
pengelolaan kesehatan modern dipadukan dengan budaya masya
rakat setempat untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan modern tetapi tanpa mengenyampingkan etika pelayanan kesehatan atau profesional pelayanan kesehatan seperti suatu
pelayanan kesehatan modem yag
dilakukan oleh seorang
dokter dengan mengadopsi nilai - nilai budaya yang berlaku didaerah yang
bersangkutan. Contoh, dokter membuka praktik pengobatan dengan memberikan obat awal pada tempat praktik dan pasien disuruh minum obat pada saat pelayanan kesehatan dan kemudian diteruskan
dirurnah dengan
menuliskan atau memberitahu konsumsi obat pada waktu tertentu
misalnya
pasien
berobat jam 4 sore kemudian pasien mendapatkan terapi 3 kali perhari. Ada saat berobat pasien
langsung makan obat yaitu pada jam 4 kemudian
dianjurkan pasien akan obat keduajam 12 dan yang ketiga jam 8 pagi
(setiap 8 jam)
profesional yang terkandung ada keadaan ini adalah
bahwa pasien tidak lagi minum obat hanya dengan berpatokan 3 kali saja tanpa memperhatikan rentang waktu bahwa
3 kali itu merupakan makan obat setiap 8 jam.sesuai dengan perkiraan kadar obat dalam darah dan reaksi
obat terhadap tubuh,
sedangkan dari pengamatan sehari - hari kebiasaan pasien makan obat adalah
pada waktu siang hari seperti makan
obat
pertama
jam 8 pagi,
kedua jam 12 siang pada saat
makan
siang dan makan obat kedua jam 8 sore pada saat makan malam sehingga reaksi obat tidak dapat maksimal karena kandungan obat dalam
tubuh manusia tidak stabil yaitu pada periode siang dengan jumlah yang maksimal sedangkan padamalam hari turun pada tingkat yang sangat minimal
karena
pasien tidak
makan obat selama 12 jam.
Sehingga hal ini sebetulnya sangat merugikan pada kesehatan pasien itu sendiri seperti pasien menjadi
resisten atau tahan
terhadap jenis obat tersebut, pasien tidak sembuh sesuai dengan waktunya.
Nilai budaya yang
terkandung adalah
pasien
merasakan bahwa dengan meminum obat
dekat dengan dokter dan langsung mempunyai daya
motivasi tersendiri bagi pasien dalam menjalani
pengobatan dan menganggap meminum obat dekat dokter tersebut termasuk dalam suatu
rangkaian
ritual pengobatan tersebut sehingga menumbuhkan rasa percaya diri dan percaya terhadap dokter tersebut. Karena berkemungkinan pasien
pernah berkunjung atau mempunyai
pengalarnan pengobatan alternatif dengan menggunakan dukun
dan ritualnya mirip dengan yang dilakukan oleh dokter tersebut.
Kesimpulan dan Saran
Pelayanan kesehatan profesional
dapat
dilaksanakan secara rnumi pada tempat yang profesional dan modem. Pelayanan kesehatan profesional dapat dilaksanakan pada daerah
atau kultur tertentu dengan mengadopsi budaya setempat dan memodifikasi dengan tata
cara
pelayanan
kesehatan moclrendan professional. Perkembangan pelayanan kesehatan semakin hari berkembang kearah yang alami (back
to nature) dengan memanfaat alam dengan berpedoman kepada adat dan kebiasaan nenek moyang dahulu dalam menangani masalah kesehatan seperti menggunakan
metode pengobatan
herbalis, Disarankan bagi
tenaga kesehatan untuk
memperhatikan pola-pola budaya setempat sebelum mernberikan pelayanari kesehatan profesional. Pengetahuan mengenai budaya lokal dapat membantu dalam memecahkan masalah
kesehatan masyarakat.
DaftarPustaka
1. Biotech Week Tum on hit highlighting for
20,471-473
speaking browsers Hide highlighting. Oct
20, 2010: 1852.
2. Barbara C Long.
Essential of medical
sprgical" nursing process approach,
The
Mosby Company St Louis: USA ;2006
3. David v. Mcqueen. Illness and Sick-Role
Behavior ;2000
4. M. Panghal et
al.
Ethnobiology and
Ethnomedicine; Research
on ethnobiology and ethnomedicine discussed; 1996
5. Psychological Medicine. Disease, illness, sickness;
impairment, disability and
handicap, Printed in Great Britain. 1990;
6.
Kleinman, A. Patient and healers
in the
context of culture: An exploration of the borderland between anthropology, medicine, and psychiatry. Berkeley:
University of Califomia;2000
7.
Fabrega,H..
Evolution of
sickness and
healing. Los Angeles: University
of
California Press;2002
8. McElroy,A.P.Townsend,eds. Medical
anthropology in ecological perspective. Boulder, Colo: Westview Press Wikipedia.org;2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar