Kamis, 23 Februari 2017

Jurnal Kesehatan tentang tradisi



                                                                                                    Jurnal    Kesehatan   Masyarakat,     September   2012-Maret   2013,   Vol.  7,  No.   1




KESEHATAN MODERN DENGAN NUANSA BUDAYA





ABSTRAK
Dalam skala  global,   selama  seperempat abad ke belakang,   mulai  tumbuh perhatian serius dari masyarakat ilmiah  terhadap penyakit-penyakit yang terkait dengan masalah  lingkungan,  seperti kanker yang
disebabkan racun tertentu (toxin related cancers),   kelainan  reproduksi atau gangguan pemapasan dan paru-paru akibat polusi udara. Secarainstitusional  InternationalHuman     Dimensions Programme  on Global Environmental Change  (IHDP) membangun kerjasama riset dengan Earth  System Science Partnership   dalam menyongsong tantangan permasalahan kesehatan dan dampak dari perubahan sosial dan budaya. Perubahan sosial dan budaya terjadi   seiring dengan tekanan besar yang dilakukan manusia terhadap sistem alam  sekitar,  menghadirkan berbagai macam risiko kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.  Tujuan penerapan pelayanan kesehatan modem dan profesional adalah dengan memperhatikan  nilai-nilai   budaya setempat dan mengadopsi nilai-nilai budaya tersebut dalam upaya beradaptasi dengan budaya masyarakat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan modern.

Kata kunci :  Kesehatan, Budaya


ABSTRACT
On a global  scale,   over a quarter century back, began to grow serious attention  from the scientific
community against diseases associated with environmental problems, such as cancers caused by certain toxins (toxin related cancers),  reproductive disorders or respiratory disorders and lung cancer from air pollution. Institutionally International  Human Dimensions  Programme  on Global Environmental   Change (IHDP) establish a research collaboration with the Earth System  Science  Partnership   in facing  the challenges of health problems and the impact of social and cultural change. Social and cultural changes occurred with the enormous pressure that
humans do to the system ofnature around, presenting a wide range ofhealth risks and prosperity for all mankind.


.     Key words : Health, Culture




Pendahuluan
Berbagai perubahan sosial, ekonomi, budaya, teknologi  dan politik mengharuskan jalinan hubungan di  antara masyarakat manusia di seluruh dunia. Fenomena ini dirangkum dalam terminologi globalisasi,  ditengah riuh rendah globalisasi   inilah muncul wacana dampak perubahan sosial  dan budaya.
Dampak dari perubahan sosial  dan budaya sendiri  diartikan  sebagai pernbahan  dalam  skala besar  pada   sistem  bio-fisik  dan  ekologi   yang disebabkan aktifitas manusia.  Perubahan ini terkait erat  dengan  sistem  penunjang  kehidupan   planet bumi  (life-support    systemv.     Ini   terjadi  melalui proses  historis  panjang  dan merupakan  agregasi pengaruh kehidupan manusia terhadap lingkungan, yang tergambar misalnya pada angka populasi yang terns  meningkat,   aktifitas  ekonomi   dan  pilihan• pilihan   teknologi  dalam   memacu   pertumbuhan ekonomi.   Saat ini pengaruh  dan beban  terhadap



"Staf pengajar FKM Unand Jin.   Perintis Kemerdekaan Padang  (emaii:   yetisniati@gmail.com)








lingkungan hidup sedemikian besar, sehingga rnulai terasa  gangguan-gangguan terhadap  sistem bumi kita.
Perubahan  sosial    dan  budaya  yang  terjadi
seiring dengan  tekanan besar yang dilakukan manusia    terhadap      sistem     alam    s e k itar, menghadirkan berbagai macam risiko kesehatan dan
kesejahteraan bagi  seluruh umat manusia. Sebagai
contoh, kita terns mempertinggi konsentrasi gas-gas tertentu  yang  menyebabkan  meningkatkan  efek
alami  rumah  kaca  (greenhouse)   yang mencegah bumi  dari  pendinginan  alami  (freezing).   Selama abad 20 ini, suhu rata-rata permukaan bumi meningkat sekitar 0,6oC dan sekitar dua-per-tiga pemanasan ini terjadi sejak tahun 1975.  2 

Dampak  perubahan  sosial   buclaya penting lainnya adalah menipisnya lapisan ozon, hilangnya keaneragaman   hayati    ( bio-diversity   ),     degradasi kualitas  lahan,  penangkapan ikan melampaui batas ( over-fishings,    terputusnya   siklus   unsur-unsur penting    (misalnya    nitrogen,    sulfur,    fosfor), berkurangnya  suplai  air  bersih,   urbanisasi  dan penyebaran global berbagai  polutan organik. Dari ka c arn a t a   kesehatan,     hal-hal       di    a t a s mengindikasikan  bahwa kesehatan umat manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di luar batas kemampuan daya dukung ruang lingkungan dimana mereka hidup. 2

Dalam skala global, selama seperempat abad ke belakang, mulai  tumbuh perhatian  serius dari masyarakat ilmiah terhadap penyakit-penyakit yang terkait dengan masalah lingkungan, seperti kanker yang disebabkan racun tertentu (toxin related cancers),  kelainan reproduksi atau gangguan pernapasan dan paru-paru akibat polusi udara. Secara institusional International Human Dimensions Programme on Global Environmental Change (IHDP) membangun kerjasama riset dengan Earth System Science Partnership dalam menyongsong tantangan permasalahan kesehatan dan dampak dari perubahan sosial dan budaya. 2
Pengaruh perubahan  iklim global terhadap kesehatan umat manusia bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan  kerja  keras  dan  pendekatan   inter• disiplin diantaranya dari studi evolusi, bio-geografi, ekologi dan ilmu sosial. Di sisi lain kemajuan teknik penginderaan jauh  (remote sensing)  dan aplikasiap.likasi    sistem    informasi   geografis   akan memberikan sumbangan berarti  dalam melakukan monitoring lingkungan   secara multi-temporal  dan multi-spatial   resolution.  Dua   faktor  ini   sangat relevan dengan tantangan studi dampak perubahan sosial dan budaya terhadap kesehatan lingkungan yang   memerlukan   analisa   historis    keterkaitan dampakperubahan sosial dan budaya dan kesehatan serta analisa pengaruh perubahan sosial dan budaya di tingkat lokal, regional hingga global. 2
Tujuan penerapan pelayanan kesehatan modern dan profesional  adalah  dengan memperhatikan nilai-nilai budaya setempat dan mengadopsi nilai-nilai budaya tersebut dalam upaya beradaptasi dengan budaya masyarakat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan modem. 3

Pembahasan
Budaya
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh, bersifat kompleks, abstrak dan luas.  Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. 4
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang  dan  dimiliki  bersama  oleh  sebuah


kelompok orang dan diwariskan  dari  generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,  termasuk  sistem  agama  dan politik,  adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi  dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaanperbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. 4
Beberapa alasan mengapa orang mengalami
kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain,  yang terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.  Citra "pekerja keras"  di  Sumatera   Barat, "Kepatuhan" di Jawa dan sebagainya.  Hal ini membekali anggota masyarakatnya untuk memperoleh martabat yang bertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas  seseorang  dan memungkinkannyameramalkan perilaku orang lain.


Kebudayaan
Kebudayaan    sangat   erat   hubungannya
dengan masyarakat. Herskovits    memandang kebudayaan  sebagai  sesuatu  yang  turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik. 5
Menurut   Andreas    Eppink,   kebudayaan
mengandung  keseluruhan pengertian  nilai  sosial, norma sosial,  ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur   sosial,   religius,   dan   lain-lain,
tambahan  lagi  segala pernyataan  intelektual  dan
artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. 5
Menumt Edward Burnett Taylor, kebudayaan merupakan  keseluruhan yang kompleks,  yang  di dalamnya  terkandung  pengetahuan,   kepercayaan, kesenian,  moral,   hukum,    adat   istiadat    dan kemampuan-kemampuan   lain   yang   didapat seseorang   sebagai   anggota   masyarakat.    Dari
berbagai definisi  tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.  5
Sedangkan perwujudan  kebudayaan  adalah





benda-benda   yang  diciptakan  oleh manusia  sebagai rnakhluk   yang   berbudaya,    berupa   perilaku    dan benda-benda    yang  bersifat   nyata,   misalnya   pola• pola  perilaku,   bahasa,  peralatan   hidup,  organisasi sosial, religi, seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan  untuk membantu manusia dalam melangsungkan   kehidupan  bermasyarakat,

Se hat
Sehat   adalah   dinamis,   statusnya    berubah• ubah  yang  mempengaruhi   seseorang  dalam  tingkat fungsi   fisiologis,    psikologis    dan   dimensi   kultur sosial. Pandangan  tentang kesehatan  biasanya  berisi salah  satu  atau  lebih  dari  prespektif     biologis  dan klinis; psikologis,  sosiologis  dan adaptif
Pasien   dan  penyedia   pelayanan    kesehatan dapat    saja   mempunyai    respektif    yang   berbeda tentang   sehat  sehingga   dapat  saja  terjadi  kegiatan yang  berbeda  untuk  mencapai  tujuan  yang berbeda yang disertai  konflik  atau tidak. Hal ini dipengaruhi oleh  beberapa   hal  seperti  pengetahuan,  usia, pendidikan, pengalaman  serta budaya pada orang tersebut  sehingga  menimbulkan   cara yang berbeda, dalam    penatalaksanaan       kesehatan     tiap    orang tersebut juga berbeda.

Ethnomedicine
Ethnomedicine  mempunyai  kaitan dengan sistem berbudaya dari menyembuh kan  dan parameter  teori dari penyakit, Variasi dari konstruksi penuh arti ke seberang kultur dapat dilihat untuk menghadapi  tantangan reductionist    epidemiologi dari biomedicine (Kleinman, 1980). 6
Ethnomedicine merupakan  cabang dari ethnobotani ·    atau  antropologi    kesehatan yang mempelajari  pengobatan   tradisional,   tidak hanya yang berhubungan dengan sumber-sumber tertulis (contohnya pengobatan tradisional cina, Ayurveda) tetapi terutama pengetahuan dan praktek yang
.    secara oral diturunkan selama  beberapa  abad,  s Dalam ilmu pengetahuan, etnomedicine pada umumnya   ditandai dengan pendekatan antropologi yang  kuat atau pendekatan biomedikal  yang kuat, terutama dalam program penemuan obat.
Kepercayaan dan   praktek-praktek yang
berkenaan dengan penyakit, yang merupakan basil dari ·       perkembangan kebudayaan asli  dan   yang
eksplisit tidak berasal dari  kerangka  kedokteran modem, merupakan urutan  langsung dari kerangka konseptual ahli-ahli  antropologi  mengenai  sistem medis non-barat  Rivers,  (Medicine,   Magic,  and Religion).  Sistem pengobatan asli adalah  pranata• pranata   sosial  yang harus  dipelajari   dengan   cara


yang   sama   seperti    mempelajari    pranata-pranata sosial     umumnya,     dan    bahwa    praktek-praktek pengobatan    asli  adalah   rasional   bila   dilihat   dari sudut  kepercayaan   yang  berlaku  mengenai   sebabakibat. 6
Setelah   antropologi   kesehatan   berkembang,
terutama dalam bidang-bidang  yang luas, konsep kesehatan  intemasional    dan psikiatri  lintas  budaya (psikiatri transkultural), kepentingan pengetahuan praktis maupun teoritis  mengenai  sistem pengobatan non-Barat  semakin tampak.

Kultur  dan kesehatan
7
Menurut    Lieban   :     Antropologi    Kesehatan adalah studi ten tang fenomena  medis
Menurut   Fabrega   Antropologi    Kesehatan    adalah
studi yang menjelaskan:
1.       Berbagai   faktor,  mekanisme    dan  proses   yang m e m a in k an    peranan       didalam       atau mempengaruhi      cara-cara     dimana     individuindividu  dan  kelompok-kelompok    terkena  oleh atau berespons  terhadap  sakit dan penyakit.     ·
2.  Mempelajari  masalah-masalah   sakit dan penyakit dengan      penekanan      terhadap      po la-po  la tingkahlaku.  7
Dari   definisi-definisi     yang   dibuat   oleh  ahli-ahli antropologi     mengenai     Antropologi      Kesehatan seperti   tersebut   di  atas,  maka  dapat  disimpulkan bahwa Antropologi  Kesehatan  mencakup:
1.      Mendefinisi  secara komprehensif  dan interpretasi berbagai macam masalah   tentang   hubungan tirnbal-balik   biobudaya,   antara tingkah laku manusia dimasa lalu dan masa kini dengan derajat    kesehatan     dan   penyakit,     tanpa mengutamakan perhatian   pada  penggunaan praktis   dari pengetahuan   tersebut;  contohnya penyebab penyakit lepra   atau   kusta karena adanya perbuatan dosa sehingga   yang   maha kuasa mengutuknya dengan penyakit ini ·
2.  Partisipasi  profesional  mereka dalam programprogram yang  bertujuan   mernperbaiki   derajat kesehatan melalui pemahaman yang  lebih besar tentang   hubungan   antara   gejala   bio-sosial• budaya  dengan  kesehatan,    serta  melalui perubahan tingkah   laku  sehat kearah yang diyakini   akan  meningkatkan   kesehatan  yang lebihbaik.
Contoh, tubuh   akan mengalami  gangguan
secara sistematis akibat perubahan fungsi tubuh
yang disebabkan   ole  berbagai   hal  seperti  kuman
penyakit,  radiasi  dan lain sebagainya. Keadaan ini
ini dibuktikan dengan sains atau keilmuan.












Antropologi Medis
Mcelroy   ahli  ilmu  antropologi    medis   (1996)
telah mengenali  tiga perspektif  di dalam ilmu antropologi   medis:
1.    Ethnomedicine mempunyai    kaitan  dengan sistem  berbudaya   dari  menyernbuhkan   dan
parameter  teori dari penyakit, Variasi dari konstruksi    penuh   arti  ke  seberang    kultur
. dapat dilihat untuk menghadapi  tantangan reductionist epidemiologi      dari biomedicine. 6
2.     Perspektif    ekologi    medis   adalah     terkait dengan  tegas  dengan  interaksi  dari kondisi• kondisi     biologi    dan    konteks     budaya. Dengan    mempertimbangkan  hubungan timbal balik dari sistem  ekologis,  evolusi manusia,   kesehatan   dan penyakit,   di  mana
.kesehatan   mungkin  dilihat  sebagai  ukuran dari adaptasi lingkungan, medis, ilmu gizi hubungannya     dengan     antropologi      dan aturan budaya.
3.                 Ilmu   antropologi    medis   yang   diterapkan mencari    secara   langsung    mempengaruhi kesehatan  masyarakat   dengan  kepercayaan budaya   mereka.    Ilmu   antropologi    medis adalah   suatu   biocultural    disiplin,    dengan penekanan       yang     lebih      besar     pada pemahaman    pada   proses    dibanding    pada obyektif  berusaha  untuk  mengukur  Dengan penggunaan     nya    dari    metoda      yang kwalitatif,   ilmu antropologi   medis  mencari untuk menyediakan   suatu  'perspektif   orang dalam'     (Skultans    &   Pengemudi    Perahu Kecil,   2000),   untuk  memahami   hubungan antara      kesehatan          dan     penyakit melalui/sampai    lensa yang budaya  danjuga melihat  di  luar  sifat  yang  etnosentris   dari biomedicine  yang barat modem.

Penatalaksanaan                                             Kesehatan
Hubungan   antara  kebudayaan   dan kesehatan adalah   sangat  kompleks   ha!   ini   dipengaruhi     oleh beberapa  ha!  antara  lain;
1.     Penyebab    masalah  Kesehatan     Menurut pandangan  kesehatan modem sakit adalah  suatu kelainan  fisiologis   atau gangguan  fungsi  tubuh  atau organ   tubuh   yang   disebabkan    oleh   beberapa   hal seperti bakteri, virus, jamur dan sebagainya  atau pertumbuhan    sel   tubuh   yang   tidak   normal   yang disebut dengan pathologis.
Sedangkan     menurut    cara   pandang   budaya bahwa kejadian suatu penyakit berkaitan dengan perubahan    hubungan   dengan   masyarakat,    dengan al am    dan     dengan       lingkungan      sehingga


menimbulkan     dampak    terhadap    tubuh   manusia. Masyarakat    dapat  berpandangan   bahwa  kesehatan secara   kultur   atau budaya  dapat disetarakan  dengan kesehatan     modern   jika    terdapat    hubungan    atau terdapat  kesamaan  contohnya:  Seorang  yangterkena diare  dan  muntah  dikatakan   bahwa  orang  tersebut dibikini    atau   didukuni     seseorang     dan   memalui makanan .
Jika   dilihat   dari   kedua   sudut   pandang   ini
terdapat    kesamaan    penyebab    masalah    tersebut adalah karena makanan yang mengandung  sesuatu sehingga  menimbulkan   suatu kelainan   dalam  tubuh manusia.
Hal  ini  jika  kita  analisa   lebih  dalam  dapat
dimanfaatkan    oleh   pelayanan    kesehatan    modern dengan    memadukan    cara  pandang   kultur   dengan kesehatan   modem   sehingga    dapat  diterima   dalam masyarakat    bahwa    penyakit    tersebut    memang diakibatkan       oleh     termakan    sesuatu     (kuman penyakit)  sehingga  menimbulkan   reaksi  tubuh yaitu muntah   dan   diare   sehingga    pemecahan    masalah dapat  dilakasanakan    dengan  cara yang  lebih  ilmiah dan profesional  dan kemudian  secara  perlahan  dapat diberikan     pengertian    kepada   rnasyarakat    bahwa yang   tennakan    atau  yang  masuk   kedalam   tubuh manusia  tersebu  adalah   kuman  peyakit  yang  dapat menyerang        siapa      saja     jika      makanannya terkontaminasi    kuman penyakit  penyebab  diare.
2.    Pengalaman     yang   berkaitan    dengan   masalah tersebut
Masalah   kesehatan  merupakan  masalah  yang
selalu    berhadapan    dalam   kehidupan    masyarakat, setiap  saat manusia  selalu  bertemu  denganmasalah kesehatan   baik   ringan    maupun  berat.  Pengalaman masalah   kesehatan   yang  ditemui   oleh  masyarakat sangat   memepngaruhi     cara   pandang    masyarakat terhadap    masalah     tersebut.    Contoh;     seseorang menderita   suatu  penyakit   dan  dalam   memecahkan masalah    tersebut    kebetulan    menemui    seseorang yang  dapat membebaskannya    dari  masalah  tersebut sehingga    menimbulkan    kepercayaan    terhadap   hal tersebut.
Contoh;   seorang  menderita   sakit kepala  berat ketika melaksanakan    kegiatan dalamjangka   waktu lama,  sebelum  orang terse but sakit kepala  terdengar bunyi denging pada telinga  orang tersebut.
Kemudian  orang tersebut  rnendapat  masukan
untuk  berobat  kepada  orang pintar  dan orang pintar tersebut berkata bahwa ada sesuatu yang dikirim sesorang kepadanya  apalagi    ada suara dengingditelinga    tersebut  menandakan  bahwa orang tersebut  telah diperbincangkan   oleh orang lain. Kemudian   orang  tersebut   melakukan   pijatan  pada area  tengkuk,   pelipis    dan  kening    serta   pada  area





pergelangan   tangan  dan  mengatakan   bahwa  angin sudah  keluar  dan mudah  -  mudahan  segera  sembuh dengan   sedikit   istirahat.    Setelah    orang   tersebut istirahat  sebentar,  orang  tersebut  kembali  sehat dan menumbuhkan  kepercayaan  bahwa masalah yang dihadapinya   adalah  sesuai  dengan  yang  dikatakan oleh  orang  pin tar tersebut  dan mungkin  j ika  orang tersebut    mendapat   masalah    yang   sama   dia  akan kembali  mencari  orang pintar tersebut.
Jika   dilihat   dari   sudut  pandang   kesehatan rnasalah  ini dapat  saja terjadi   pada  seseorang  yang melakukan    kegiatan    yang   cukup    lama   apalagi monoton    dapat   menyebabkan     ketegangan     pada sistem    syaraf    dan   peredaran    darah.    Gangguan peredaran    darah  keotak   akan  menyebabkan    sakit kepala   dan  jika   peredaran    darah   ketelinga    akan menimbulkan   gejala seperti berdenging.  Masalah  ini dapat diatasi  dengan  melakukan  masage  pada aliran darah tertentu  dimana  aliran darah dan sistem  syaraf manusia  yang  terbanyak  adalah  pada  area tengkuk, pelipis    dan   sebagainya.    Dengan   keadaan    aliran darah yang maksimal  dan istirahat  akan memulihkan kerj  a   otak     dan     sistem      syaraf     sehingga menghilangkan   gejala  sakit kepala.
3.   Ungkapan     yang    berkaitan     dengan    masalah terse but
Cara pandang  masyarakat  dan ungkapan masyarakat    terhadap   suatu          masalah   kesehatan yang terj adi dalam rnasyarakat  dapat mernpengaruhi cara pandang  seseorang  terhadap penyaki t tersebut;
Contoh:    Seorang   yang   rnenderita   penyakit lepra  atau kusta  dipandangoleh   masyarakat   sebagai suatu   penyakit   kutukan   sehingga   orang   tersebut harus diasingkan  agar kutukan  tersebut  tak mengalir kepada      masyarakat      lainnya.      Hal    ini    juga berpengaruh    terhadap   cara  pandang   individu    atau pada    pasien    tersebut    sehingga    pasien    tersebut mengikuti  cara pandang  masyarakat  tanpa berusaha mencari    penyelesaian     masalah    kesehatan    yang dihadapinya      atau    tanpa    mencari     pengobatan terhadap penyakit  yang dihadapinya.    Pasien tersebut akan  rela  untuk  diasingkan   dan  menerima   bahwa dirinya   telah   menerima    kutukan   dan  diharuskan menebus    dosa   yang   telah   diperbuatnya    dengan hidup dalam pengasingan.
4.   Perawatan    yang   dilakukan    dalam   mengatasi masalah  tersebut
Sistem     pengelolaan       kesehatan      modern dipadukan  dengan budaya masya
rakat setempat untuk mendapatkan  kepercayaan masyarakat   terhadap  pelayanan   kesehatan   modern tetapi tanpa mengenyampingkan   etika pelayanan kesehatan    atau   profesional    pelayanan    kesehatan seperti    suatu   pelayanan    kesehatan    modem    yag


dilakukan  oleh  seorang  dokter  dengan  mengadopsi nilai  -  nilai  budaya   yang  berlaku   didaerah   yang bersangkutan.     Contoh,    dokter   membuka    praktik pengobatan    dengan   memberikan    obat   awal  pada tempat  praktik  dan pasien  disuruh minum  obat pada saat  pelayanan   kesehatan  dan kemudian  diteruskan dirurnah    dengan    menuliskan    atau   memberitahu konsumsi  obat pada waktu  tertentu  misalnya  pasien berobat  jam  4 sore  kemudian  pasien  mendapatkan terapi   3    kali   perhari.    Ada   saat   berobat  pasien langsung   makan  obat  yaitu  pada  jam  4 kemudian dianjurkan  pasien  akan obat keduajam    12 dan yang ketiga  jam  8  pagi  (setiap  8  jam)  profesional   yang terkandung   ada  keadaan   ini  adalah  bahwa   pasien tidak  lagi minum  obat hanya  dengan  berpatokan   3 kali saja tanpa memperhatikan rentang waktu bahwa
3 kali itu merupakan  makan  obat setiap 8 jam.sesuai dengan perkiraan  kadar obat dalam darah dan reaksi obat  terhadap   tubuh,   sedangkan   dari  pengamatan sehari  -  hari  kebiasaan   pasien  makan  obat  adalah pada  waktu  siang  hari  seperti  makan  obat  pertama jam  8  pagi,  kedua  jam   12  siang  pada  saat  makan siang  dan  makan  obat kedua  jam  8  sore  pada  saat makan   malam   sehingga   reaksi   obat   tidak   dapat maksimal    karena   kandungan    obat   dalam   tubuh manusia  tidak stabil yaitu pada periode  siang dengan jumlah  yang maksimal  sedangkan  padamalam  hari turun   pada   tingkat   yang   sangat   minimal   karena pasien  tidak  makan  obat  selama   12  jam.  Sehingga hal ini sebetulnya  sangat merugikan  pada kesehatan pasien   itu  sendiri   seperti   pasien   menjadi   resisten atau tahan terhadap jenis  obat tersebut,  pasien  tidak sembuh sesuai  dengan waktunya.
Nilai  budaya  yang  terkandung  adalah  pasien merasakan    bahwa   dengan   meminum    obat   dekat dengan    dokter    dan   langsung    mempunyai    daya motivasi   tersendiri    bagi  pasien   dalam   menjalani pengobatan   dan menganggap   meminum  obat dekat dokter   tersebut   termasuk   dalam   suatu   rangkaian ritual  pengobatan   tersebut  sehingga  menumbuhkan rasa   percaya    diri   dan   percaya    terhadap    dokter tersebut.   Karena   berkemungkinan     pasien   pernah berkunjung     atau     mempunyai     pengalarnan pengobatan   alternatif  dengan  menggunakan   dukun dan  ritualnya   mirip   dengan   yang   dilakukan   oleh dokter tersebut.


Kesimpulan dan Saran
Pelayanan      kesehatan      profesional    dapat
dilaksanakan   secara  rnumi  pada  tempat  yang profesional  dan modem. Pelayanan  kesehatan profesional    dapat   dilaksanakan    pada   daerah   atau kultur tertentu  dengan mengadopsi  budaya  setempat dan   memodifikasi     dengan    tata   cara   pelayanan










kesehatan moclrendan professional. Perkembangan pelayanan kesehatan semakin hari berkembang kearah yang alami (back to nature) dengan memanfaat alam dengan berpedoman kepada adat dan kebiasaan nenek moyang dahulu dalam menangani masalah kesehatan seperti menggunakan


metode   pengobatan   herbalis,   Disarankan   bagi tenaga kesehatan  untuk memperhatikan pola-pola budaya setempat sebelum mernberikan pelayanari kesehatan profesional. Pengetahuan mengenai budaya lokal dapat membantu dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat.





DaftarPustaka
1.    Biotech Week  Tum on hit highlighting for



20,471-473


speaking browsers Hide highlighting. Oct
20, 2010:  1852.
2.    Barbara  C  Long.    Essential  of  medical
sprgical" nursing  process  approach,  The
Mosby Company St Louis: USA ;2006
3.   David v. Mcqueen.  Illness and Sick-Role
Behavior ;2000
4.   M.    Panghal   et   al.   Ethnobiology    and
Ethnomedicine;  Research on ethnobiology and ethnomedicine discussed;  1996
5.    Psychological  Medicine.   Disease,  illness, sickness;    impairment,    disability   and
handicap,    Printed in Great Britain. 1990;


6.    Kleinman,  A.    Patient and healers in the
context of culture: An exploration of the borderland  between anthropology, medicine,    and   psychiatry.     Berkeley:
University of Califomia;2000
7.   Fabrega,H..    Evolution  of   sickness   and
healing.    Los   Angeles:    University  of
California Press;2002
8. McElroy,A.P.Townsend,eds.      Medical anthropology in ecological perspective. Boulder, Colo: Westview  Press Wikipedia.org;2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar